Peran Apoteker dalam Menangani Medication Related Problems (MRPs)
| Konseling Obat terhadap Pasien |
Rumah sakit merupakan suatu tempat/institusi dimana terjadi penyelenggaraan kesehatan yang menyiapkan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat serta diselenggarakan sesuai asas Pancasila. Apoteker adalah elemen didalamnya yang tak kalah penting dari Dokter dan Perawat dalam menangani masalah kesehatan, yuk dibaca!
Keselamatan pasien merupakan suatu sistem asuhan pasien berupa penilaian risiko, pelaporan dan analisis insiden, identifikasi dan manajemen risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindaklanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Setiap rumah sakit diwajibkan memiliki standar keselamatan pasien, standar keselamatan tersebut dapat dilakukan dengan pelaporan insiden, analisis dan pemecahan berbagai masalah guna menurunkan angka kejadian yang tidak diinginkan.
Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Nyaris Cedera (KNC), Kejadian Tidak Cedera (KTC), dan Kondisi Potensial Cedera (KPC) merupakan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) dimana setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera.
Medication Related Problems (MRPs) termasuk dalam pelaporan insiden keselamatan pasien yeng berisiko terhadap keselamatan pasien meliputi terdapat indikasi tetapi tidak mendapatkan obat, mendapat obat tanpa indikasi, dosis terlalu rendah atau terlalu tinggi, ada interaksi obat, pasien mengalami interaksi dengan obat yang tidak diharapkan, dan kegagalan dalam menerima obat.
Pentingnya peran apoteker dalam pelayanan farmasi klinik khususnya bagi pasien rawat inap semakin berkembang, dapat mengambil bagian dalam perawatan pasien dengan cara mengoptimalisasi penggunaan obat dan meminimalisisr efek samping yang diterima pasien dengan melakukan identifikasi, memberikan solusi, serta mencegah terjadinya MRPs melalui pelayanan farmasi klinik.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui implementasi prinsip kesalahan pasien dan pelayanan farmasi klinik, meminimalkan kejadian error, meminimalkan cedera, mengurangi dampak ketika terjadi error serta meningkatkan kualitas, pelayanan farmasi yang efektif dan terjangkau dengan cara memaksimalkan dan meningkatkan manajemen penggunaan obat.
Sumber :
Kusharwati,W., Dewi,S.C., & Setiawati,M.K.(2014). Pengoptimalan Peran Apoteker dalam Pemantauan dan Evaluasi Insiden Keselamatan Pasien. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol. 3 No. 3, hlm 67-76, September 2014
Semoga Bermanfaat!!
Comments
Post a Comment