Manfaat Teknologi Informasi (IT) di Bidang Farmasi
Saat ini dunia tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi yang makin lama sudah bukan lagi merupakan kebutuhan tersier namun meningkat menjadi kebutuhan primer yang tumbuh dari kalangan anak kecil hingga orang dewasa dan dipakai dalam berbagai macam kehidupan manusia. Salah satu efeknya, tak dapat dipungkiri jika teknologi informasi juga sangat dibutuhkan dalam bidang kesehatan yaitu Farmasi.
Farmasi merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang memegang peranan penting dalam majunya ilmu kesehatan khususnya tentang obat-obatan. Ruang lingkup farmasi sendiri sangat luas yaitu :
- Manajemen dan pengaturan regulasi obat, meliputi kebijakan dan kesehatan obat, pengelolaan, administrasi, kebijakan pendidikan, pengaturan dan penegakan kelembagaan, otoritas registrasi secara profesional, badan internasional dan badan-badan profesional;
- Farmasi Komunitas, meliputi pengolahan resep, perawatan pasien, pemantauan pemanfaatan obat, pembuatan obat-obatan skala kecil, obat tradisional dan alternatif, menanggapi gejala penyakit ringan, menginformasikan profesional perawatan dan masyarakat, promosi kesehatan, layanan rumah tangga, praktek pertanian dan kedokteran hewan;
- Farmasi Klinis, meliputi berinteraksi langsung dengan pasien dalam perawatan, menilai serta memantau langsung penggunaan obat, mengontrol persediaan serta pengadaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit, mengambil bagian dalam perencanaan dan pelaksanaan uji klinis suatu obat;
- Industri Farmasi, meliputi penelitian dan pengembangan, pembuatan dan jaminan kualitas, informasi obat, aplikasi paten dan registrasi obat, uji klinis dan pengawasan pasca-pemasaran, penjualan dan pemasaran, pengelolaan;
- Akademik, meliputi Apoteker bidang akademik terlibat dalam pendidikan, praktek farmasi, dan penelitian di sekolah farmasi atau perguruan tinggi farmasi. ketiga aspek dari kegiatan akademik saling terkait, dan pada saat yang sama terhubung dengan perencanaan dan manajemen tenaga kerja;
- Pelatihan petugas kesehatan lainnya, meliputi mengoptimalkan terapi obat dengan mempromosikan penggunaan rasional dan penyimpanan obat serta metode untuk mengurangi penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, resep medis atau pemasok obat.
Informatika Farmasi
Informatika farmasi merupakan bidang yang relatig baru disebut juga dengan farmako-informatika yang merupakan bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data, informasi dan pengetahuan sistem kesehatan termasuk penyimpanan, pengguanaan analisis, dan pendistribusian dalam pengiriman obat yang optimal terkait pengobatan dan kesembuhan pasien.
Manfaat Informatika Farmasi
- Membantu praktek farmasi dalam desain sistem dan manajemen database yang dapat merampingkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia tepat waktu
- Meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya serta pasien
- Meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat yang mungkin atau alergi sebelum resep ditulis
- Memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman lebih baik terhadap obat-obatan yang mereka dapatkan serta menjadi lebih tau dalam pengobatan penyakit mereka sendiri
- Dapat membantu dokter dan pasien untuk menemukan resep yang tepat untuk kondisi tertentu yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke praktek dokter. Hal ini meliputi biaya rendah karena berkurangnya kunjungan ke dokter, penggunaan obat generik
Sistem informasi farmasi dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Sistem Informasi Instalasi Farmasi
Sistem untuk mengelola data atau informasi tentang input data barang, transaksi atau distribusi barang-barang kebutuhan di Instalasi farmasi sampai pembuatan laporan, meliputi :
1) Imput data master (kemasan, satuan, pabrik, PBF, kelas terapi, kelompok, sediaan, dll)
2) Input data barang farmasi
3)Transaksi-transaksi barang, meliputi permintaan barang, retur, pengadaan, pemesanan, penerimaan, bonus, koreksi stok dan pemakaian
4) Laporan-laporan, meliputi laporan penerimaan dan distribusi barang, laporan pembelian dan penerimaan barang gudang, laporan stok perpelayanan kesehatan di RS, laporan stok instalasi farmasi dan kartu persediaan
b. Sistem Informasi Apotek
Sistem pengelolaan data yang dihasilkan dari proses manajemen di unit apotek dari input hingga output data, meliputi :
1) Penjualan obat ke pasien
2) Retur penjualan obat
3) Print nota penjualan obat
4) Laporan penjualan harian
5) Laporan penjualan resep
6) Laporan penjualan berdasarka jenis sediaan
7) Laporan penjualan berdasarkan supplie
8) Laporan obat Experied Date (ED)
9) Grafik penjualan apotek
Referensi :
Semoga bermanfaat!

Comments
Post a Comment